Mengapa manusia tidak boleh sombong? Sebab manusia adalah mahkluk Allah yang lemah. Pantaskah mahkluk yang itu bermegah-megahan dan sombong di hadapan penguasa alam semesta.
Namun kenyataannya masih banyak manusia yang lupa hakikat dan jati dirinya. Sehingga membuat ia sombong dan angkuh untuk menerima kebenaran , merendahkan orang lain, dan memandang dirinya sempurna, lebih dari manusia lainnya
.
Kekayaan dan kesombongan, banyak terjadi di sekitar kita. Ketika seseorang diberikan rezeki yang
berlebih dari manusia yang lainnya, kerapkali kita dipertontonkan dengan yang namanya kesombongan. Mereka yang sombong tidak pernah berfikir bahwa harta yang mereka punya hanyalah titipan Allah, yang suatu saat bisa juga kembali diambil oleh Allah.
Seperti dalam firman Allah pada surat Al-Qashash : 83 yang artinya :
" Rumah di akherat itu kelak Kami sediakan untuk mereka yang tidak menghendaki ketinggian di dunia, dan tidak merusak dan akibat kebaikan itu bagi orang-orang muttaqin
Firman Allah dalam surat Lukman :18 yang artinya :
"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong, dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
Firman Allah dalam surat Al-Qashash ayat 76-81 yang artinya "
"Sesungguhnya Qorun adalah termasuk kaum Musa maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh orang-orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya " Janganlah kamu terlalu bangga , sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri
Al-Qashash 77 yang artinya :
" Dan carilah pada pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan negeri akherat,
dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi), dan berbuat baiklah kepada orang lain, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Al-Qashash 78 yang artinya :
"Qorun berkata :"Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku"
Dan apakah ia tidak mengetahui bahwasanya Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya
yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta?
Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itutentang dosa-dosa mereka
Al-Qashash 79 yang artinya :
"Maka keluarlah Qorun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Bderkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia, "Semoga kita mempunyai kekayaan yang telah diberikan kepada Qorun, sesungguhnya ia telah memiliki keberuntungan yang besar
Al-Qashash ayat 80 yang artinya :
"Berkatalah orang-orang yang berilmu " Kecelakaan yang besarlah bagimu, ingatlah bahwa pahala yang tersedia di sisi Allah lebih baik bagi orang yang beriman dan beramal sholeh, dan tidak akan diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar.
Surat Al-Qashash ayat 81 yang artinya :
"Maka Kami benamkanlah Qorun beserta rumahnya ke dalam bumi, maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan ia termasuk orang yang dapat membela dirinya sendiri.
Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abdullah Mas'ud r.a berkata : Bersabda Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi Wassallam " Tiada masuk ke sorga, siapa yang di dalam hatinya ada seberat biji zahra ( atom, yang lebih kecil lagi)
Maka seseorang berkata " Adakalanya seseorang itu berpakaian bagus, Sabda Rasulullah Shallallahu Alayhi Wassalam : " Sesungguhnya Allah itu indah dan suka keindahan.
Sombong itu ialah menolak hak kebenaran dan merendahkan orang.
(Muslim)
Jadi jika kita merasa diri kita yang paling kaya, paling pintar, paling cantik, paling dermawan, paling baik , berhati-hatilah, karena syetan selalu akan membisikan rasa sombong yang berlebihan di dalam hati manusia, perasaan itulah yang disebut dengan bohong.
Seperti dalam hadist berikutnya ,
Salamah r.a berkata, "Ada orang yang makan di sisi Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi Wassallam
dengan tangan kiri, maka ditegur oleh Rasulullah "Makanlah dengan tangan tangan kanan, orang itu menjawab :"Saya tidak dapat, kemudian Rasulullah bersabda " Tidak dapat engkau, tiada yang mendorong makan dengan tangan kiri itu karena sombong.
Salamah berkata : "Tiba-tiba ia tidak dapat mengangkat tangannya."
(Muslim)
Haritsah bin Wahab r.a berkata :" Saya telah mendengar Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassallam berkata" Maukah saya beritahukan kepadamu orang-orang ahli neraka ?
Ialah orang-orang yang kejam, rakus dan sombong.
(Bukhari, Muslim)
Abu Sa'id Alkhudry r.a berkata : Bersabda Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi Wassallam " Berdebat sorga dan neraka , maka berkata neraka : " Padaku orang-orang yang kejam dan sombong-sombong. Jawab sorga ; ": Padaku orang-orang yang tertindas dan miskin. Maka firman Allah pada keduanya :" Engkau sorga tempat Rahmat-Ku aku merahmati dengan kau pada siapa yang aku kehendaki. Dan kau neraka tempat siksa, Aku menyiksa dengan kau pada siapa yang aku kehendaki, dan untuk masing-masing kamu mendapat sepenuhnya.
(Muslim)
Abu Hurairah r.a berkata : "Rasulullah Shallallahu Alayhi Wassallam bersabda " Allah tidak melihat
dengan pandangan rahmat terhadap orang yang menurunkan sarung lebih dari mata kaki karena sombong.
(Bukhari , Muslim)
Abu Hurairah r.a berkata : Rasulullah Shallallahu Alayhi Wassallam Sbersabda :"Tiga orang yang pada hari qiamat tidak akan diampuni dan tidak akan dilihat dengan pandangan rahmat Allah, dan untuk mereka tetap disediakan siksa yang pedih, yaitu :
1. Orang yang tua renta yang berzina
2. Pemimpin yang berdusta
3. Orang miskin yang sombong
(Muslim)
Abu HUrairah r,a berkata : Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassalam bersabda :"Kemuliaan itu pakaian-Ku, dan Kebesaran itu selendang-Ku , maka siapa yang menyaingi aku dalam salah satunya, tentu aku siksa dia."
(Muslim)
Salamah bin Al-Akwa berkata "Rasulullah bersabda " Jika seseorang itu membanggakan diri dan menyombongkan dirinya hingga dicatat dalam golongan orang yang kejam, sombong, maka terkena apa yang biasa menimpa pada mereka."
(Attirmidzi)
Ditulis oleh : Retno Yuniarti
diambil dari kitab Riadhus Shalihin
dan yang lainnya
