Minggu, 20 November 2016

MENEPATI JANJI

      Terkadang kita tanpa sengaja berjanji tapi tanpa kita sadari kita tidak menepati apa yang telah kita janjikan.  Bahkan ketika anak kita menagih janji kepada kita, alih-alih kita minta maaf kepada anak kita,bahkan tdak jarang anak yang kita marahi.

Oleh karena itu hindari berjanji , bila kita tidak dapat menepatinya.

Sepert termaktuf dalam firman Allah dalam surat Al-Isro : 13 yang artinya :
"Tepatilah janji,sesungguhnya janji akan ditanyakan dan diminta tanggung jawabnya."

Dalam surat An-Nahl : 91
Yang artinya "  Tunaikanlah segala kewajiban terhadap Allah, apabila kamu telah berjanji.

Surat Al-Maidah ayat 1 yang artinya
"Hai sekalian orang yang beriman, tepatilah segala janji dan akadmu

Firman Allah pada surat Ash-Shof :3 yang arti nya:
"Hai sekalian orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan
Sungguh besar murka Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

 Abu Hurairah r.a berkata :  Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi Wassallam bersabda :" Tanda orang munafiq itu ada # yaitu :
1.  Jika berbicara ia dusta
2.  Jika ia berjanji ia ingkar
3.  Jika dipercaya ia berkhianat
(Bukhari, Muslim)

Dalam riwayat Muslim ada tambahan lagi : "Meskipun ia puasa, sholat dan merasa diri sebagai orang
muslim.

Abdullah bin Amru bin Al-Ash r.a berkata : "Rasulullah Shallallahu Alayhi Wassallam bersabda :"Empat sifat, siapa yang lengkap ada pada dirinya
maka ia benar-benar munafiq, dan siapa yang mempunyai salah satu daripadanya, maka berarti mempunyai salah  satu sifatmunafiq hingga ditinggalkannya.
Jika dipercaya khianat,bila bicara dusta, Jika berjanji ia ia menyalahi, dan bila berdebat ia melampaui batas.
(Bukhari, Muslim)

Jabir r.a berkata : Rasulullah Shallallahu Alayhi Wassallam berjanji kepada saya, kalau datang harta dar Bahrain, saya akan memberi kepadamu bagini, dan sekian dan sekian.  Maka tidak datang harta itu, hingga meninggal Rasulullah Shallallahu Alayhi Wassallam .  Dan ketika datang harta dari Bahrain, Abubakar r.a menyuruh orang menyerukan , "Siapa yang merasa ada janji atau menhutangi pada Rasulullah datanglah pada kami.  Maka saya datang kepadanya dan berkata : " Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi Wassallam telah menjanjikan sekian, maka ia mengambil sepenuh dua genggaman tangannya, kemudian saya hitung lima ratus,  kemudian Abubakar berkata "Ambillah dua kali itu."
(Bukhari, Muslim)

Ditulis oleh : Retno Yuniarti
Diambil dari buku "Riadhus Shalihin










Tidak ada komentar:

Posting Komentar