Minggu, 20 November 2016

ANTARA TAKUT SIKSA ALLAH DAN MENGHARAP RAHMAT ALLAH

Sebaiknya seseorang dalam masa sehat supaya dapat mengimbangi  antara rasa takut dari siksa Allah
dan mengharap Rahmat Allah.
Tetapi dalam masa sakit hendaknya selalu mengharapkan Rahmat dari Allah.  Sebagaimana tuntuynanan  dari Kitabullah (Qur'an dan Hadist)
Seperti dalam firman Allah dalam surat Al-A'Raaf  : 99
yang artinya :
Maka tiada aman dari ujian Allah, kecuali orang-orang yang merugi.

Firman Allah dalam surat Yusuf : 87 yang artinya :
Sungguh tiada patah dari Rahmat Allah , kecuali orang-orang yang tertutup mata fikirannya. (kafir)

Firman Allah dalam surat Ali Imron : 105 yang artinya
Pada hari yang akan berseri-seri beberapa muka dan akan muram beberapa muka manusia.

Firman Allah dalam surat : Al-An-am :166
yang artinya:
Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksanya dan disamping itu sangat pengampun dan penyayang.

Firman Allah dalam surat Al-Qori'ah 6-11
yang artinya :
Adapun orang-orang yang berat amal timbangan kebaikannya maka ia dalam kehidupan yang memuaskannya.  Adapun yang ringan timbangan kebaikannya maka tempatnya di dalam neraka Hawiyah.  Dan apakah neraka Hawiyah itu?  yaitu api yang sangat panas.

 Dalam kitab hadist Muslim Abu Hurairah berkata : Bersabda Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam :"Andaikan seorang mu'min mengetahui benar-benar siksa yang disediakan oleh Allah , niscaya tiada seorangpun yang dapat mengharapkan masuk sorga.
Dan andaikan seorang kafir mengetahui yang disediakan oleh Allah dari RahmatNya tidak akan berputus harapanlah daripada mendapatkan sorgaNya seorangpun.
(Muslim)

Maksud dari hadis ini adalah jika seorang mu'min mengetahui betapa berat  dan murkanya Allah ketika akan menyiksa, mereka tidak akan merasa bahwa dirinya bisa selamat dari siksa Allah itu.
Sebaliknya jika seorang kafir mengetahui bagaimana besarnya Rahmat Allah , mungkin ia merasa tidak akan tersiksa dan pasti akan merasa mendapat bagian dari Rahmat itu.

Seperti hadist berikut yang diriwatkan oleh Abu Said Alkhudry dalam kitab Bukhari, Rasulullah
Alayhi Wasallam bersabda : " Apabila zenajah mayit itu diangkat di atas bahu orang-orang, maka mayit orang yang baik akan berkata, "Segerakanlah saya".
Dan kalau mayit itu orang yang jahat, ia akan berkata : " Alangkah celakanya saya, kemana saya akan dibawa? ".
Suara itu akan terdengar oleh segala sesuatu , kecuali manusia, andaikan manusi mendengar pasti akan pingsan.

Dalam hadis yang lain Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam berkata tentang sorga dan neraka, beliau bersabda : " Sorga lebih dekat kepada seseorang melebihi dari dekatnya tali sepatunya, dan neraka demikian pula.
(Bukhari)



Ditulis :Retno Yuniarti
dari kitab Riadhus Shalihin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar