"Siapapun yang pagi-pagi makan tujuh buah kurma 'ajwah' maka pada hari itu dia tidak akan mudah keracunan dan terserang penyakit" (HR.Bukhari dan Muslim)
Ehmm ..Yang terbayang di benak kita menjelang buka puasa pasti yang segar-segar, es campur, jus mangga, es buah , kolak , puding,
gorengan, kue-kue yang manis atau makanan yang menggiurkan lainnya.
Tapi.... tahukah anda sederet makanan di atas pastilah memiliki efek samping yang negatif selama seharian berpuasa.
Untuk menghindari hal-hal yang negatif itulah jauh-jauh hari Rasulullah memberi saran yang sangat bermanfaat bagi yang sedang berpuasa, dengan sabdanya," Apabila salah seorang diantara kamu puasa, hendaklah berbuka dengan buah kurma, bila tidak ada hendaklah berbuka dengan air, sesungguhnya air itu bersih."
(HR.Ahmad dan Tarmidzi)
Bahkan dalam kondisi tidak berpuasapun buah kurma memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan tubuh kita.
Berdasarkan penelitian para ilmuwan buah kurma mengandung. protein, serat, gula,vitamin A , Vit.C, zat besi, kalsium, potasium dan sodium
Kandungan protein di dalam kurma sebesar 1,8 - 2,0 persen, serat sebanyak 2-4 persen, dan gula sebesar 50-57 persen.
Dengan kandungan yang sperti itu kurma mampu memberi tambahan tenaga bagi orang yang berbuka puasa, sehingga ia akan merasa segar dan bertenaga untuk beribadah tanpa rasa letih ataupun mengantuk.
Biasanya bagi yang merasa letih dan mengantuk di saat melaksanakan sholat tarawih, disebabkan makanan yang dimakan
kebanyakan mengandung karbohidrat yang tidak menyediakan tenaga instan. Oleh karena itu untuk menghindari hal tersebut buah kurma adalah jawabannya.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) zat gula yang ada di dalam kurma berbeda dengan zat gula yang ada di buah-buahan lainnya. seperti gula tebu atau gula pasir yang banyak mengandung sukrosa di mana zat itu langsung diserap ke dalam tubuh.
Hal ini membuat membuat gula itu harus dipecahkan terlebih dahulu oleh enzim sebelum berubah menjadi glukosa yang kemudian diserap oleh tubuh menjadi tenaga. Sebaliknya kurma tidak membutuhkan hal demikian.
Sementara potasium di dalam kurma berubah menjadi penghilang stres, sembelit dan lemah otot. Tidak hanya itu zat besi dan kalsium yang ada pada kurma orang terhindar dari penyakit yang beresiko tinggi seperti penyakit jantung dan kencing manis.
Jika dimakan oleh anak-anak maka kurma memberi khasiat untuk mencerdaskan otak mereka. Cukup beralasan jika Rasulullah Saw menganjurkan supaya para ibu hamil untuk memakan buah kurma.
Rasulullah bersabda," Berilah makan kepada istri-istri kamu yang sedang hamil, karena jika istri kalian memakan biah kurma maka anak yang akan lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, sopan santun dan cerdas, Siti Maryam tatkala melahirkan nabi Isa a.s adalah memakan buah kurma, Sekiranya Allah menjadikan buah yang lebih baik daripada buah kurma maka Allah telah memberikan makan itu kepada Siti Maryam." (HR.Bukhari).
Seperti termaktub di dalam Surat Maryam ayat 25- 26 Allah berfirman , " Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arah mu maka pohon itu akan menggugurkan buah yang masak kepadamu, maka makan dan minumlah dan bersenang hatilah kamu."
Waktu itu dikisahkan Maryam hendak melahirka nabi Isa a.s di bawah pohon kurma lalu malaikat Jibril datang,lalu menyuruh Maryam menggoyangkan pohon kurma itu. Buah kurma yang telah matang berjatuhan dan Maryampun memakan buah kurma itu.
Atas izin Allah Swt proses kelahiran Maryam menjadi lebih mudah.
Berdasarkan firman Allah dan hadist Rasulullah buah kurma
sangat bermanfaat bagi wanita yang sedang hamil dan nifas. Hal ini diperkuat oleh ahli kedokteran bahwa unsur zat besi dan kalsium yang terdapat di dalam buah kurma adalah unsur yang sangat berguna untuk membentuk dan menambah kandungan air susu ibu. Lebih dari itu anak-anak balita pun , jika memakan buiah kurma pertumbuhan dan sum-sum tulangnya akan berkembang dengan baik.
Berdasarkan asbabul wurud (sebab turunnya hadis) jika nabi berbuka puasa yang dimakan adalah kurma.
Kurma yang dimakan adalah kurma 'Ajwah' (ajua) .
Ceritanya pada saat itu ajua adalah anak dari Salman Alfarisi. Orang nasrani yang akhirnya masuk Islam dan menjadi sahabat Rasulullah. Dia mewakafkan lahan kurmanya untuk perjuangan
Islam. Untuk mengenang jasanya itu akhirnya kurma yang dimakan saat berbuka puasa disebut kurma ajua.
Bahkan dalam sebuah hadis yang lain Nabi mengatakan "Rumah yang tidak ada kurmanya seperti rumah yang tidak ada makanan."
Perkataan Rasulullah menunjukan betapa pentingnya kurma dan manfaat kurma sehingga setiap keluarga mestimenyimpan kurma sebagai makanan wajib di rumahnya.
Oleh karena itu kita wajib menjadikan kurma sebagai makanan sehari-hari, entah itu dimakan pagi hari atau sebagai makanan di saat santai.
Dengan cara begini kita kita tidak hanya mendapatkan kesehatan tubuh tetapi dapat pahala karena menjalankan sunnah Rasulullah Saw. Wallahu'alam bil shawab.
Ditulis oleh Retno Yuniarti
Dari Muaz dan berbabagai sumber lainnya.





