Kamis, 16 Juni 2016

ORANG PALING CERDAS , ADALAH ORANG YANG MENGINGAT MATI



Tentu kita sebagai manusia banyak yang bertanya-tanya, mengapa Rasulullah sangat menganjurkan agar kaumnya mengingat kematian.
Kematian adalah sesuatu yang sangat tidak menyenangkan, bagi kebanyakan manusia.  Sesuatu yang memisahkan antara kenikmatan duniawi dengan kegelapan, memisahkan keluarga bahagia dengan kegelapan, memisahkan kedudukan dengan pengapnya tanah dan memisahkan semua yang kita miliki.

Mati adalah satu kejadian yang paling hebat dan pasti akan dihadapi   oleh semua yang bernyawa.  

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ
Yang artinya , "Setiap yang berjiwa pasti akan mati"
(Al-Ankabut 57)

Diriwayatkan Ibnu Umar r.a.bahwa pada saat Rasulullah berkumpul bersama para sahabatnya, ada salah seorang sahabat dari kaum Anshar bertanya, "Ya nabi Allah siapakah 
manusia yang paling pintar dan siapa pula manusia yang paling cerdas akalnya?'

Rasulullah menjawab, "Yang paling cerdas dan paling pintar  
ialah orang yang paling banyak mengingat mati, dan yang paling banyak bekal menghadapi mati.  Merekalah manusia yang paling pintar dan cerdas karena mereka mendapat kemuliaan di dunia dan kehormatan di akhirat."

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda," Perbanyaklah mengingat haazimal lazzaat, yaitu mati."
(HR Tabrani).

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Jurair, Rasulullah menjelaskan bahwa bila hati seseorang telah dimasuki oleh Nur ( cahaya iman atau Islam), maka hati ini menjadi lapang dan terbuka.  Tandanya yaitu ada perhatian terhadap kehidupan yang kekal di akhirat, timbulnya tentang pengertian tipu daya kehidupan di dunia ini . dan bersedia 
menghadapi mati sebelum datangnya kematian.

Orang yang sering mengingat mati , yaitu orang yang sering memikirkan masalah besar, masalah yang tinggi, masalah yang suci, Orang yang sombong, orang yang  angkuh,dan hidup mewah, itu adalah orang yang pendek pemikirannya, sehingga mati adalah obat yang mujarab untuk melenyapkan keangkuhan dan kesombongannya.

Apalagi kalau orang sering melihat orang yang sakit keras, orang yang sedang sakaratul maut, memandikan jenazah, mengantarkan jenazah ke kubur, melihat atau memasukkan jenazah ke liang kubur, sedkit demi sedikit akan tertanam di dalam jiwanya bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan sementara.

Rasulullah bersabda,"Mati cukup rasanya menjadi guru 
atau pelajarang."

Sementara Imam Al-Ghazali dalam bukunya Ihya Ulumddin juga menandaskan bahwa dengan banyak mengingat mati
seseorang akan semakin takut dan semakin banyak persiapannya dan menepati tobatnya dengan sempurna.

Mati adalah sesuatu yang jarang diingat orang, dan apabila , mengingat mati ia tidak menyukainya karena terlanjur hanyut dalam keduniawian.  Dengan demikian setiap kali mengingat mati, seseorang akan semakin takut maka ia pun semakin jauh dari Allah Swt.  

Sedangkan orang yang arif, ia selalu mengingat kematian,
karena waktu itu ia akan berjumpa dengan kekasihNya.
Manusia seperti ini akan merasakan lambatnya datangnya maut.

Ketika Rasulullah keluar dari mesjid , ternyata banyak orang yang berbicara dan tertawa dengan keras , lalu Rasulullah bersabda, " Ingatlah kematian, Demi Tuhan yang nyawaku berada di tanganNya, andaikan kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis."

Kematian adalah sesuatu yang patut direnungkan, karena kematian menjauhkan seseorang dari kesenangan duniawi
dan menyebabkan sedikit kegembiraan serta mendorong 
manusia untuk bersiap menghadapinya.

Meski Rasulullah menganjurkan kepada umatnya untuk mengingat mati, akan tetapi tidak diperbolehkan meminta kematian disegerakan
Diriwayatkan oleh Jamaah dari Anas, bahwa Rasulullah
bersabda," Sekali-kali janganlah diantara kalian meminta mati atau bercita-cita  lekas mati kala suatu mala petaka yang menimpa dirinya, daripada bercita-cita ingin mati lebih baik berdoa, "Ya Allah hidupkanlah aku sekiranya hidup itu lebih baik bagiku, dan wafatkanlah aku sekiranya wafat itu lebih baik untukku."

Hal itu pernah terjadi pada Paman Rasulullah yaitu Abbas r.a , ketika Abbas sedang sakit keras, lalu ia berdoa kepada
Allah agar  ia segera mati, namun tindakan paman Nabi tersebut  mendapatkan teguran dari Nabi dengan sabdanya."Ya, Abbas Paman Rasulullah, jangan sekali-kali paman bercita-cita lekas mati, sekiranya paman orang baik , bercita-cita hidup agar dapat menambah kebaikan itu,
jika sekiranya paman orang berdosa, lebih baik hidup terus untuk dapat bertaubat dan berdosa, maka dari itu paman jangan bercita-cita menjadi lekas mati."

   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar