Selasa, 14 Juni 2016

EMPAT GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SURGA



Rasulullah Saw bersabda, "Surga itu merindukan empat golongan manusia, yaitu:
-   Mereka yang membaca Al'Qur'an
-   Mereka yang menjaga lisannya
-   Mereka yang memberi makan orang yang lapar
-   Berpuasa di bulan Ramadhan
(Raunaqul Majaalis, dalam kitab Durratun Nasihin)

Tentu setiap orang Muslim akan merasa bahagia jika termasuk dalam empat golongan di  atas.  
Sebagaimana disebutkan Usman Alkhaibawi dalam bukunya
"Durratun Nasihin, karena surga merindukan mereka.Berikut ini diuraikan satu persatu mengenai empat perkara di atas yakni sebagai berikut:

2.Membaca Al'Qur'an

Allah Swt berfirman, "Dan apabila dibacakan Al'Qur'an maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikan dengan tenang, agar kamu mendapat rahmat."  (QS Al-A'Raf, 204).

Kitab suci Al'Qur'an merupakan firman Allah Swt yang diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada nabi Muhammad Saw.
Dengan demikian membaca dan menelaahnya, berarti mempelajari firman Allah yang memiliki kebenaran sejati (haq) yang merupakan petunjuk bagi orang-orang yang beriman.

Membaca Al'Qur'an jelas Sayyid Ahmad Mansyur bin Thaha al-Hadad dalam bukunya "Pembuka Pintu Surga (1993), membuat seorang hamba tidak akan meremehkan perintah dan larangan Allah Bahkan Al'Qur'an merupakan nasihat, pencegah dan penghalang paling besar serta paling kuat agar manusia tidak berbuat maksiat kepada Allah,serta hal-hal yang diharamkanNya

Membaca Al'Qur'an , menurut ulama salaf, termasuk zikir, (mengingat Allah) yang tertinggi.
Sebab Al'qur'an adalah cahaya atau pelita yang mampu menerangi hati orang-orang yang beriman.

Membaca Al'qur'an dalam konsep Islam sangatlah baik dan dianjurkan meski tak memahami artinya, sebab membaca atau mendengarkan bacaan Al'qur'an dapat menghibur perasaan sedih, menenangkan jiwa yang gelisah, melunakan hati yang keras,
serta mendatangkan petunjuk.

Rasulullah bersabda,"Ada empat yang terasa asing di dunia yaitu, Al'qur'an dalam perut orang yang zalim,
Mesjid dalam seruan suatu kuam sedangkan nmereka tidak melaksanakan sholat,
Mushaf di rumah orang yang tidak pernah membacanya,dan 
orang sholeh yang berada di dalam bangsa yang sesat.  

Rasulullah juga menjelaskan mengenai pentingnya Al'qur'an hingga orang boleh iri kepadanya,  yaitu dengan Sayid Sabiq dalam bukunya Aqidah Islam "Al'Qur'an memang memiliki keistimewaan yang membedakannya dari kitab suci sebelumnya.

Keistimewaan Al'Qur'an adalah:
1.Al'qur'an memuat ringkasan dari ajaran Ketuhanan yang pernah dimuat oleh kitab suci sebelumnya.
Seperti : Zabur
              Taurat
              Injil
              dan lembaran-lembaran dari Allah lainnya.   

2.Ajaran dalam Al'Qur'an adalah kalimat Allah yang terakhir sebagai petunjuk dan tuntunan yang benar kepada umat manusia.
Dan inilah yang dikehendaki oleh Allah supaya Al'qur'an tetap terjaga sepanjang masa.  Allah menjaga Al'Qur'an , salah satu caranya, dengan banyaknya kaum muslimin yang hafal Al'qur'an.

3.Kitab suci Al'qur'an yang kekekalannya dikehendaki Allah,
tidak mungkin bertentangan dengan ilmu pengetahuan, sebab Alqur'an adalah firman Allah, dan semua yang terjadi di jagad raya adalah kreasi Allah Swt, dengan demikian keduannya akan saling membenarkan.

Al'qur'an sengaja diturunkan Allah dengan bahasa yang mudah , tidak susah bagi siapapun untuk memahami dan mengamalkannya.
Asalkan disertai dengan keihklasan hati dan kemauan baik sebagaiman firman Allah," Sungguh kami (Allah) telah membuat mudaj Al'qur'an itu untuk  diingat dan dipahamkan, tetapi adakah 
orang yang mengambil pelajaran?

2.Orang yang menjaga lisannya

Allah menganugrahi kita lidah yang fungsinya untuk berkata-kata. Betapa besarnya nikmat Allah yang dikaruniakan kepada manusia  melalui lidah tadi, dengan lidah manusia bisa menyampaikan permohonan kepada Allah,bisa berkomunikasi dengan sesama manusia, dan sebagainya.

Dalam surat Al-Mukminun ayat 3 disebutkan salah satu persyaratan masuk surga firdaus adalah orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.
Tidak berlebihan jika ada pepatah yang mengatakan "Diam itu emas."  Daripada berbicara yang tidak jelas atau berbicara yang menyakitkan orang yang mendengarnya atau membicarakan aib orang lain maka akan lebih baik jika diam.

Jika orang tidak mampu menjaga lisannya, atau tidak bisa mengendalikan lisannya maka ada kecenderungan mereka ke arah sifat-sifat buruk seperti, ghibah, bohong/dusta
, fitnah, sumpah palsu dan lain sebagainya.  Padahal hal itu semua yang merusak hakikat puasa.     

3. Memberi makan orang yang lapar

Amal ibadah ini jika dilakukan ikhlas karena Allah maka Allah akan membalasnya dengan pahala yang berlimpah di akhirat kelak.
Memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa maka akan 
diganjar sebesar pahala orang yang berpuasa .
Islam sangat menganjurkan untuk memperhatikan orang-orang miskin yang kelaparan, menyantuni anak yatim .  
Di akhirat kelak mereka akan mendapatkan pahala yang sangat besar dari Allah Swt yaitu berupa surga.

4.Mengerjakan puasa di bulan Ramadhon  

Kerinduan surga kepada golongan manusia keempat sangat tepat 
lantaran bulan puasa adalah bulan yang sangat mulia.
Rasulullah Saw bersabda, " Kalau sekiranya umatku mengetahui apa-apa (kebaikan) di bulan Ramadhan niscaya mereka menginginkan sepanjang tahun adalah bulan Ramadhan." 
Semua kebaikan berkumpul di bulan Ramadhan yaitu:
semua doa akan diijabah, di mana ketaatan diterima, semua dosa diampuni, dan surga rindu kepada mereka (Zubdatul Waa'izdiina).

Allah berfirman kepada nabi Musa a.s, "Sesungguhnya aku telah memberikan kepada umat Muhammad, dua cahaya agar supaya 
mereka tidak ditimpa oleh dua bahaya kegelapan."
Nabi Musa bertanya, "Apakah dua cahaya itu ya Tuhanku?"
Allah Swt menjawab," Cahaya bulan Ramadhon dan cahaya Al'Qur'an."
Nabi Musa bertanya lagi,"Apakah dua kegelapan itu ya Tuhanku?"
Allah Swt menjawab ," Yaitu kegelapan kubur dan kegelapan hari kiamat."  (DurratulWaa izdin).


Ditulis oleh Retno Yuniarti
dari berbagai sumber 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar