Memang Rasulullah Saw telah menyatakan bahwa kebanyakan isi
neraka adalah kaum wanita.
Tetapi bukan berarti bahwa kaum wanita tidak berhak atas surganya Allah, yang luasnya seluas alam semesta dan di bawahnya mengalir sungai-sungai.
Atau bukan berarti bahwa wanita termasuk kaum kelas dua dibandingkan dengan kaum laki-laki.
Sebab wanita dan laki-laki sama kedudukannya di hadapan Allah, yang membedakan hanya ketaqwaannya saja.
Di zaman Rasulullah Saw, pada saat nabi Muhammad bersama para sahabatnya dan kaum muslimin lainnya hendak berangkat jihat (berperang) melawan orang-orang kafir. Ternyata banyak para wanita muslimah iri hati. Mengapa kaum wanita tidak mendapatkan kesempatan jihat yang pahalanya sangat besar di sisi Allah.
Kegelisahan kaum wanita muslim pun dijawab secara bijaksana oleh Rasulullah. dalam hadistnya , " Apabila wanita melakukan :
- Sholat lima waktu
- Berpuasa di bulan Ramadhan
- Menjaga kemaluannya
- Taat kepada suaminya
Dia akan masuk surga dari pintu manapun yang dia kehendaki."
(HR. Abu Hurairah)
Memang sebagian dari kaum wanita ada yang menyia-nyiakan sholat , sebagaimana disebutkan dalam Al'Qur'an,
"Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan. " QS. Maryam 59.
Menyia-nyiakan sholat , jelas Ibn Abbas paman Nabi Saw, bukan berarti meninggalkannya secara keseluruhan, tetapi mereka mengakhirkan waktu sholat.
Bisa dibayangkan orang yang mengakhirkan waktu sholat saja mendapatkan ancaman Allah apalagi orang yang meninggalkannya.
Padahal Allah telah mengingatkan kepada kaum muslimin agar mereka senantiasa taat serta mengingat (berzikir) Kepada-Nya seperti dalam firmannya, " Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu melalaikan kamu dari mengingat Allah, Barang siapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi. QS, Al-Munafiqun :9.
Menurut para ahli tafsir, bahwa yang dimaksud dengan mengingat (zikir) dalam ayat ini adalah melakukan sholat lima waktu tepat pada waktunya, dan hendaklah kaum muslimin tidak dilalaikan oleh jual beli, kerja, harta, dan anak-anak mereka, dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah dan Rasulnya.
Aisyah r.a meriwayatkan, bahwa Abu Bakar r.a mendatangai Rasulullah Saw, kemudian Beliau memberitahu kepada Abu Bakar sesuatu dengan berbisik-bisik sehingga Aisyah yang sedang sholat tidak mendengarnya.
Setelah selesai sholat kemudian Rasulullah bersabda , " Hai Aisyah bacalah doa yang mencakup segala sesuatu sesuatu (sempurna).
Aisyah r.a kemudian menanyakan kepada Rasulullah dan Rasulullahpun mengajarinya , ""Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu semua kebaikan di dunia dan akhirat, yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui.
Aku memohon kepada-Mu masuk surga dan yang mendekatkan kepadanya baik ucapan maupun perbuatan.
Aku berlindung kepada-Mu dari panasnya api neraka dan sesuatu yang mendekatkan kepadanya baik ucapan maupun perbuatan.
Aku memohon kepada-MU kebaikan yang dimohon oleh hamba-Mu , dan utusan-MU Muhammad, dan aku berlindung kepada-MU dari kejahatan, Dan aku memohon kepada-Mu hal yang telah Engkau takdirkan kepadaku, dari suatu urusan dan hendaknya jadikanlah akhir urusan tersebut menjadi baik.
Sungguh , betapa Rasulullah telah menasihati istrinya Aisyah r.a dengan nasihat yang mulia, karena Rasulullah telah mengajarkan sebuah doa yang mencakup segala sesuatunya dan sangat mendalam.
Bukanlah doa adalah ibadah ?, dan bukankah Allah yang Maha Hidup dan Maha Pemurah akan merasa malu kepada hamba-Nya , apabila hamba-Nya mengangkat kedua tangannya untuk memohon kepada-Nya lalu kembali dengan tangan kosong?.
Ditulis oleh Retno yuniartidiambil dari berbagai sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar