Minggu, 12 Juni 2016

TERAPI HEPATITIS ALA RASULULLAH SAW (DENGAN CARA MINUM YANG TEPAT)



Cara minum yang kurang tepat ditengarai dapat menimbulkan efek yang buruk bagi kesehatan kita.  Salah satunya hepatitis.
Saatnya kita menyayangi tubuh kita dengan memperlakukannya dengan cara yang sehat dan tepat.  

Seperti halnya kebutuhan untuk makan, minum merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting.Setiap harinya tidak boleh tidak kita harus memenuhinya, bukan karena aktifitas rutin semata
tapi karena cairan unsur penting yang terdapat dalam tubuh kita.
Ingat sebagian besar tubuh kita terdiri dari air.

Tak jarang kita menganggap sepele dalam hal meminum air.
Kadang kita melakukannya sambil berdiri bahkan sambil berjalan.
Jika anda selama ini mempunyai kebiasaan cara minum seperti itu
Tinggalkanlah kebiasaan  itu.  

Lakukanlah cara minum seperti cara minum yang dilakukan oleh Rasulullah.
Berikut ini tips sehat yang ditawarkan Rasulullah mengenai cara minum yang berpengaruh positif bagi kesehatan Yaitu:

lakukan minum dengan duduk dan bertahap (tidak sekaligus)

Lakukanminum sambil duduk , alias jangan sambil berdiri apalagi sambil berjalan, mengapa demikian?
Minum sambil berdiri bisa menimbulkan banyak bahaya. 
Karena sebagaimana yang disitir Ibnu Qayyim al- Jauziyah lewat 
Metode Pengobatan Nabi Muhammad . 
Minum sambil berdiri mengakibatkan air yang kita minum tidak bisa mengalir secara optimal,membuat air yang kita minum tidak bisa bertahan dalam lambung dengan tenang, sehingga liver tidak bisa mensirkulasikannya ke seluruh tubuh dengan baik.

Selain cara minum dengan duduk melakukan minum dengan cara bertahap (tidak sekaligus), banyak mendatangkan manfaat bagi kesehatan ketimbang melakukan minum dengan cara sekaligus.

Dalam hal ini Anas bin Malik meriwayatkan dalam sahih Muslim . dalam riwayat tersebut Anas bin Malik menceritakan ,"Rasulullah
biasa bernafas tiga kali saat minum air sambil berkata, cara itu lebih memuaskan, lebih enak dan lebih sehat.

Menurut sementara ulama, dan berdasarkan istilah syari'at itu sendiri kata syarab ( minuman ) yang disebut dalam riwayat di atas adalah air.  Adapun arti Rasulullah bernafas saat minum, yakni menjauhkan sejenak cangkir airnya dari mulutnya, lalu bernafas di luar, baru kemudian meneruskanminumnya lagi.

Lebih jauh Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa cara minum yang dilakukan Rasulullah, bahwa saat  meneguk minumannya yang pertama kali, uap yang berasal dari jantung dan liverorang yang minum naik ke atas, karena masuknya air ke dalam tubuh, sehingga uap panas itu secara alami terdesak ke luar.
Sementara jika seseorang meneguk minumannya secara sekaligus maka turunnya air akan terjadi bersamaan dengan naiknya uap ke atas, sehingga terjadi saling tolak menolak dan dorong mendorong.

Cara minum menurut Rasulullah lebih aman akibatnya dan lebih aman akibatnya dari penggempuran rasa haus secara spontan, dikawatirkan dapat dapat memadamkan proses pembakaran secara alami, karena kuatnya rasa dingin air tersebut atau setidaknya melemahkan proses tersebut sehingga mengakibatkan rusaknya proses metabolisme pada lambung dan liver.

Berdasarkan eksperimen telah dibuktikan bahwa cara minum sekaligus dapat memperlemah suhu panas alaminya, penyebabnya adalah konfrontasi langsung dengan suhu panas tersebut akibat 
masuknya air dengan kuantitas tertentu, berbeda halnya kalau air turun secara bertahap konfrontasi itu tidak akan terjadidan tidak akan memperlemah kondisi liver.

Akhirnya jangan sampai resiko fatal menimpa tubuh kita hanya gara-gara minum yang salah.  Wallahu a'lam bish-shawwab.



Ditulis oleh Retno Yuniarti
Daftar pustaka : Arifin RH  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar